sesekali

dalam perjalananmu
ke masa depan
engkau telah menanggalkan
dan meninggalkan
bangunan sanubari

yang, barangkali,
kini telah
menjadi reruntuhan
masa silam

kukumpulkan kembali
puing-puing yang
b  e  r  j  e  j  a  t  u  h  a  n
dari dadamu itu

lalu kubangun
sebuah istana kecil
dan kau menyebutnya:
kenangan

sesekali, berkunjunglah
ke sana ketika
sesak di dadamu
sesekali membuat
kau terisak

berkunjunglah, sesekali,
agar engkau tahu
seberapa megah
dan mewah dirimu
di dadaku

dulu. kini. nanti.

September, 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s