(Kamu) Dalam Akrostik

:githa sofiyaningsih

Getar itu tiba-tiba datang menerjang
Impresi saat melihat matanya pertama kali
Tubuhku kaku, alam (tak) sadarku hanyut
Hilang seluruh pertahananku, aku terjatuh
Aku jatuh ke dalam kedalaman matanya

Senyum matanya begitu halus dan membius
Oh, inikah opium? Aku telah menemukan paradiso
Fibrasi hebat menghunjam tajam seluruh saraf
Impuls dari sepasang matanya menjadi adiksi
Yang selalu menyengatkan listrik jutaan henry
Aku dibuat takluk, bertekuk tunduk tiada daya

Namun, ternyata kau hadir sebagai pelita harapan
Iluminasi bagi gulita gundah gulana hati
Nirwana bagi getirnya neraka kehidupan
Gairah agar aku tak pernah berhenti berjuang
Simplifikasi bagi segala perkara yang kompleks
Izinkan aku mengabadikan engkau pada puisi
Hiduplah, sayangku, kekal sebagai kekasih

2013-2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s