biarlah aku saja

bila

tiba kesedihan
mengetuk pintu kamarmu
lalu kau tiba-tiba
mengutuk pikiran-pikiranmu
yang seringkali
tersudutkan oleh kenyataan

dan

kau tidak tahu pertanyaan
atau pernyataan seperti apa lagi
yang bisa menyelamatkanmu
dari rentetan serangan
bunyi-bunyi sunyi

ketahuilah

bahwa kau selalu bisa
melarikan diri dan
bersembunyi di belakang kata
kata yang ada pada sajak ini

biarlah

cukup aku saja yang mati
ditembak atau ditombak
oleh pasukan gerilya
yang menamai diri mereka

sepi

Sukabumi, Oktober 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s